Menganalisa Lebih Dalam Soal Terror Bom

Setiap terjadi isu-isu pengerusakkan yang mengatas namakan suatu Agama, kelompok, komunitas atau rezim yang dilahirkan untuk menyudutkan kelompok-kelompok tersebut pastinya selalu ada maksud dibalik semuanya. Seperti kasus-kasus bom yang sering terjadi akhir-akhir ini. Yang kita harus lakukan sekarang bukannya menangis, bukannya menghakimi, bukannya dendam dan membenci. Tapi menganalisa, mengamati, mengerti. Saya akan coba sedikit menuangkan sedikit mengenai analisa saya disini.

Bagaimana kita bisa tahu bahwa bom-bom yang terjadi (yaitu jika difitnah adalah dengan atas nama islam) itu adalah benar bom Jihad? Karena sesungguhnya saya belum pernah mendengar Islam mengatakan pengeboman itu sebagai Jihad, terutama pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak berdosa. Bagaimana jika bom itu adalah tindakan dari seorang korban yang tertipu? Sama halnya dengan kasus bom yang ditemukan di sekitar Universitas Multimedia Nusantara, Serpong, dekat-dekat ini. Yaitu dengan modus sang pelaku menitipkan bom nya kepada seorang Tukang Ketoprak, dan menyuruh korban tak bersalah ini untuk meletakkan bom itu di saluran pipa gas. Sebegitu mudahnya untuk memecah-belahkan persatuan dari pemikiran masyarakat yang tidak kritis dalam mengamatinya. Karena cuma 2 agama yang paling kontroversi di Negara ini, sehingga sangat mudah untukk mind gambling tanpa analisa sebelumnya. Just like what Indon does before. Menghakimi layaknya Tuhan.

Mungkin seharusnya di tiap rumah ibadah wajib dipasang CCTV untuk mempermudah Tim Gegana mengidentifikasi proses peledakan bom-bom kedepannya. Karena cara termudah untuk menaklukan otak masyarakat adalah dengan perpecahan. (Penghancuran rumah adat/rumah ibadah). Islam sendiri tidak mengatakan bahwa pengerusakan dan pembunuhan sebagai jalan keluar. Begitu juga dengan Kristen. Maaf jika saya terlalu lancang untuk menyebutkan 2 agama ini, karena in fact... Memang seperti ini fakta di lapangannya. So siapa lagi dalangnya kalau bukan pihak diluar yang ingin memiliki tahta di tiap cara berfikir masyarat Indonesia yangg bisa dibilang kurang kritis terhadap media. Saya selalu menekankan bahwa media bisa menjadi teman dekat mu sekaligus musuh besar mu. They can give you a knife wrapped with a rose. Sama halnya dengan kasus peledakan menara kembar WTC. Siapa yang dikucilkan setelah kejadian tersebut? Umat muslim di US. Simplenya, tidak apa kehilangan gedung penting seperti WTC, kalau jelas masyarakatnya bisa membenci umat agama bawaan dari negara-negara Arab. Yang akhirnya melahirkan sisnisme terhadap Islam dan negara-negara Arab. Which is dukungan terhadap memeranginya (negara Arab) bertambah. (ini kemungkinan yang terjadi, yaitu apa yang ada di dalam pikiran pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Pihak miskin moral)

Sama seperti kasus bom yg meledak di Pakistan, disaat umat muslim sedang melakukan Shalat ied, lebaran lalu. Tapi mengapa media tidak terlalu mengekspose kejadian bom di Masjid di Pakistan itu? Tanya kenapa? Media.
Semua orang bisa mengganti namanya dengan Muhammad / Christ. Begitu juga Muhammad menjadi Christ, dan sebaliknya.
Jadi, jangan tertipu oleh nama. Jangan tertipu oleh isu. Jangan tertipu dengan perbuatan hina yang mengatas namakan Jihad / perintah ajaran agama dan sejenisnya. Kita semua tahu bahwa tidak ada agama yg menyebarkan pengerusakkan. Yang ada adalah pengerusakkan pengatas namaan agama. Selalu seperti itu.

Dan saya percaya, kita seharusnya bisa menjadi lebih teliti, peka dan kritis dalam menganalisa kasus-kasus seperti ini.
Karena pengerusakan yang ada selama ini adalah dari pihak ke 3. Pihak yang mencari keuntungan dibalik perpecahan yang ada.
All we're saying is give peace a chance.



Aldi Salim.
@AldySalimB

Di kurung saat pacaran, bebas lepas disaat putus

Felt forced to follow your boy/girlfriend rules? And wanted to get off free? It means you are a hypocrite

Photobucket

Loh kenapa begitu? Contohnya?

Loh kenapa begitu? Ya jelas begitu! Kalo lo hanya mengikuti semua perintah pacar lo, tapi sebenernya hati lo sangat terpaksa untuk melakukannya, itu berarti lo adalah seseorang yang munafik a.k.a pecundang a.k.a enggak punya prioritas untuk hidup dan menyatakan pendapat lo sendiri.

Contohnya?
Disaat pacar lo ga suka dan nyuruh lo enggak deketin lagi seseorang, entah karena alasan apapun itu. Tapi lo dengan terpaksa mengikutinya.. Ya mungkin untuk menjaga hubungan lo itu atau karena emang lo takut sama pacar lo itu. Tapi disaat lo putus? Dengan senang hati lo bisa bebas deket atau ngapain sama dia yang tadinya lo jauhin itu. Dan itu artinya, lo MUNAFIK! Hihihi...

Emang kadang ada yang bilang "Baru jadi pacar aja udah ngatur-ngatur, lagian apa hak lo?" nah loo! Sadar mas, mbak.. Semua yang lo lakuin itu pasti juga demi kebaikan hubungan kalian berdua. Dan belum tentu pacar lo itu nyuruh lo untuk tidak melakukannya karena alasan cemburu buta! Bisa aja dia berniat baik, agar lo enggak terjerumus lebih lanjut lagi sama seseorang itu. (Misal: orang yang disuruh pacar lo jauhin itu ternyata adalah 'penjahat') dan banyak alasan lainnya.

Dan seandainya lo enggak suka dengan ultimatum pacar lo itu, ada lebih baiknya lo keluarkan semua pendapat lo ke dia. Lo omongin langsung apa penyebabnya? Jangan cuma diem ikut-ikutan aja.. Terus pertanyakan sampai lo mendapatkan hasil WIN 2 WIN sama pacar lo itu.. Itu semua lebih baik dibanding lo malah mengumpat di balik sosok lo yang sok baik di depan pacar lo itu. (diem-diem tetep berhubungan sama seseorang yang pacar lo nyuruh jauhin) sama aja halnya sama keterpaksaan.. MUNAFIK! Wkwkw..

Banyak kok kejadian yang menimpa orang-orang kaya gini.. Jadi sewaktu pacaran terasa terkurung, baru bisa bebas saat udah putus. Sebenernya sih ini enggak masalah, tapi cerminan lo itu akan sangat buruk di mata pacar/mantan pacar lo itu.. Ibarat kata "Ngejilat ludah sendiri". Udah bilang mau jauhin, ujung-ujungnya deket lagi.. Baik dalam kondisi apapun, mau lo udah putus kek atau apa kek.. Yang namanya kata-kata lo itu enggak gampang buat di obral! Apa yang udah lo ucapin itu menunjukan siapa diri lo sebenarnya :)

Soo the point is.. Jangan munafik, jangan takut untuk memberikan berpendapat, pegang omongan dan jadilah seseorang yang flexible. Seseorang yang menjilat ludahnya sendiri itu tidak lain dengan seorang pecundang.. Rendah dimata yang lainnya :) have a nice day!

Makna dibalik kita bercermin



Untuk apa di buat sebuah cermin?
Cermin di buat untuk menatap kembali kehidupan. Seperti apa kehidupan? Sama seperti apa yang ada di balik cermin. Kadang ketika kita bercermin, kita bisa melupakan semua kekurangan yang ada dan terus melaju menghabisi hasrat yang ada untuk terus mencari sebuah kepuasan.

Kepuasan itu sendiri tidak ada batas nya. Ketika kita bercermin, pastinya hal-hal yang menurut kita itu adalah bersifat positif ataupun negatif akan selalu muncul pada angan-angan yang sebenarnya bertolak belakang dengan keinginan dari hati nurani. Terlalu menghargai apa yang sudah diberikan bisa juga berdampak buruk. Maka dari itu bercermin terlalu lama itu sangat tidak baik untuk pembentukan kepribadian yang baik. Bercermin terlalu lama dapat menyebabkan kesombongan (selama disaat bercermin itu kita terlalu bersyukur dengan keindahan yang ada). Kita bisa lupa dengan siapa diri kita, untuk apa kita diciptakan, juga terlalu merasa menonjol. Menganggap kita sangatlah sempurna dan sudah sangat cakap terlihat.

Efeknya, bercermin terlalu lama dapat melahirkan sifat yang sombong, narsis dan angkuh.

Cyber Relationship? Soo wasting time!

Photobucket


Oh my gossssh! Masih ada hari gini cyber relationship?
Gue kira cuma jaman gue SMP aja, ternyata masih ada loh!
Kalo jaman dulu jamannya kopi darat (*kopdar), sekarang? Ya Cyber relationship laah!


Apa yang menyebabkan terciptanya Cyber Relationship?

Oke gue udah dapet kesimpulannya disini. Kesimpulan yang gue tulis 90% akurat, karena gue udah seeeeeeering banget dapet cerita kaya gini. Baik dari temen gue atau dari Kaskus.

Cyber relationship atau bisa diartikan sebagai "Hubungan (status pacaran) hanya di dunia maya" sudah lahir sejak dulu. Jaman-jamannya alaay nih yeey, dari jaman LC ke Friendster pun udah ada, dan sampe ke jaman Facebook pun masih ada! Emeyjing!!

1 hal yang paling dicemaskan oleh para orang yang terlibat kasus cinta dunia maya ini adalah "sosok asli dibalik foto". Kenapa? karena selama ini mereka menyatakan sayang, suka, cuma dari foto yang tertampilkan aja, ketemu? Ga pernah.. Mungkin berharap demikian. Bisa dibilang, mereka yang menggeluti hobi ini (kok hobi?) adalah orang-orang yang putus cinta, saking ga lakunya atau emang pengen iseng.. No offense tapi emang begitu kenyataannya ya kan? kalo enggak, kenapa harus pacaran di dunia maya? Sedangkan orang-orang di sekitar lo itu buanyaaak banjet gitu loh!

Photobucket


Elo itu mesti kudu harus sadar, ga ada manfaat dari cyber relationship ini. Udah buang-buang pulsa, buang waktu, capek hati.. Ya paling enaknya bisa mamer ke temen kalo lo itu punya pacar, atau ada yang mengisi waktu kosong lo. Selebihnya? Nihil.
Lo bahkan gatau, si doi disana itu punya pacar juga atau enggak, kelakuannya kaya gimana, muka nya kaya gimana dan lain-lain. Dia bisa menipu lo kapan aja, karena lo gatau seluk beluk dia sama sekali. Boro-boro mau tau kehidupannya kaya gimana. Walau lo udah dikenalin ke keluarganya via telf/sms/chatting, itu ga menjamin sob! Pokoknya cyber relationship ini bener-bener ga guna banget! Apalagi kalo lo itu sadar kalo lo ga bakal pernah bisa buat ketemuan sama si doi. Udah deh, udahin aja... Yang lebih parahnya lagi, kalo elo sampe beneran sayang! Ini yang bener-bener gila! Ga abis pikir gw kenapa bisa gini????!

So the point is.... Cyber relationship itu bener-bener wasting time! Ga berguna dan ga layak untuk di konsumsi mulai dari sekarang, udahin aja deh yang namanya cyber relationship cos its soo wasting time!
Bahkan akhir-akhir ini gue liat di multiply, ada kasus penipuan dari cyber relationship loh! Ya karena cewe nya udah sayang banget sama tuh cowo, cowonya minta duit eh langsung di transfer gitu aja... Alesannya karena sakit dan butuh biaya hidup dll.. Dan sekarang tuh cowo udah ilang di telen bumi nasibbb nasibbb!


Wanita Sangatlah Dekat Dengan Fitnah

Kata-kata ini gue dapatkan setelah berbincang sebentar dengan teman lama semalam. Dimana banyak pelajaran yang terus banjir menghujani akal pikiran gue. Dan ternyata itu semua memang benar adanya, sangatlah logis!

Bagaimana gue menyimpulan "Fitnah itu sangatlah dekat dengan wanita. Maka bagaimana wanita itu berpakaian dan bertingkah laku, akan sangat dekat dengan fitnah"

Banyak cerita, ada seorang teman cewe gue.. Anaknya baik, ramah, berbakti kepada orang tua, tidak pernah menyentuh rokok ataupun minum-minuman beralkohol. Tapi setiap dia menjumpai teman-temannya hanyalah dengan sebuah dress ibarat kain sutra membaluti tubuhnya. Lalu timbulah sebuah fitnah yang menuju ke temen gue itu.. "Dia adalah wanita murahan!"

Apakah itu fitnah? Ya jelas fitnah.
Mengapa fitnah itu bisa datang?
Fitnah itu datang karena dia seorang wanita. Wanita sekarang adalah sumber inspirasi.
Bisa membalikan dunia hanya karena-Nya. Sesungguhnya bukan salah penonton jika ada seorang wanita yang di hina atau di goda karena apa yang mereka gunakan.
Karena fitnah sangatlah dekat dengan wanita. Maka dari itu, jauhi fitnah dengan menutupi semua aib di tubuhmu.

Social Climber. What do you think? Hmm

Sekarang ini, sesuatu yang berbentuk fisik, materi ataupun status adalah hal yang penting bagi sebagian kelompok orang. Kadang kita bisa menjadi orang lain karena ini, pembunuhan karakter. Harga dan kepercayaan diri hilang karena ingin 'menjadi sesuatu' supaya bisa diterima/dianggep oleh sekelompok orang lain. Itu bodoh banget.

Mungkin diantara kalian ada yang belum tau apa itu Social Climber.
Menurut wordwebonline ini dia artinya:
Someone seeking social prominence by obsequious behaviour.

Dan setelah gw cek-cek lebih lanjutnya. Widely known,
obsequious, artinya: Attempting to win favour from influential people by flattery. Flattery bermakna excessive. (Over-acting/berlebihan/norak/alay/lebay/dsb...)

Jadinya... Social climber itu artinya adalah orang yang hidup/nempel sama kehidupan orang lain, untuk bisa seperti 'dia' atau 'mereka'. Dalam arti lain adalah 'Parasit'.
Biasanya orang kaya gini nih, ngincernya popularitas. Nah sekarang lagi jaman banget nih social climber kaya gini. Bahkan diantara temen-temen gue banyak yang kaya gini.

Contoh:

Ada sebuah band yang lagi yuhaa yuhaa nih dikalangan ABG masa kini. Kalo lo gatau band ini ga gaul deh loe.. (ibaratnya).. Kenal sama manager atau personil-personilnya adalah suatu kebanggaan yang bisa lo pamerkan ke temen-temen lo. Jadi kalo lo bisa temenan sama personilnya atau seenggaknya lo nge-chat di msn sm dia terus di bales, lo udah ngerasa asik dan gauuul banget. Bisa dipamerin ke temen-temen lo soal ini. Jadi kemana-mana lo pengen banget jalan sama mereka biar dikira 1 tongkrongan sama mereka, yaa seenggaknya orang-orang tau kalo lo kenal sama mereka itu udah suatu yang membanggakan sekali buat lo.

Ada lagi, sekarang kan lagi trend-trendnya rambut gondrong. (Biar dibilang anak band) padahal rambut itu ga menentukan bahwa lo itu adalah seorang musisi atau bukan loh -___- tapi dengan keinginan lo untuk memiliki rambut gondrong biar dibilang anak band, lo sampe rela extension rambut sampe gondrong. Dengan bangganya dengan extension itu muter-muter PIM. (maklum di sekolahnya belom boleh gondrong) Sambil pake baju distro ala DropDead warna-warni cerah dengan full gambar-gambar yang aneh. Dengan itu lo udah bisa merasa PD dan bisa gabung sama anak-anak gondrong lainnya. Biar dibilang 1 band atau penyuka 1 aliran musik.




"You know what? Your life is soo pathetic if you do that."


Bisa dibilang juga, para social climber ini, pengen banget dengan mudah bisa POPULER tanpa adanya kerja-keras. Seperti Raditya Dika, dia eksis karena si kambingnya.. Joshua, dia tenar dari dulu karena lagu 'di obok-oboknya'. Evan Brimob, karena ke-'bijakannya'. Jadi para social climber ini menjadi parasite dari orang-orang yang POPULER/EKSIS, biar bisa ikutan beken seperti mereka.




"You know what? Your life is soo pathetic if you do that."


Gaya mereka biasanya suka lebay banget. Suka hore-hore sana sini. Beda dengan orang yang POPULER nya sendiri. Para social climber cenderung lebih lebay dibanding mereka, maklum baru berasa populer. (Baca: Kepengen tenar)


Daan 1 lagi..

Social Climber ga cuma dikalangan orang populer aja. Di dalam kehidupan nyata kita, mereka juga banyak banget disekeliling kita.

Mereka yang temenan sama kita cuma buat manfaatin: bisa nebeng, di traktir, numpang nginep, numpang makan dll. Thats why gue nyebut mereka dengan sebutan, PARASITE.

Gw juga pernah ngalamin hal seperti ini, seperti dulu ada mantan gue waktu jadian sama gw, gw kenalin ke temen-temen gue. Sampe akhirnya udah asik dan deket banget sama mereka semua (temen-temen gue). Setelah putus..... Maennya sama temen-temen gw deh, tapi malah ngejauhin gw nya. WTF?? o__O

Ada juga temen gue yang kalo jalan bareng sama gue dan temen-temen gue lainnya. Setelah kita udah sampe ke suatu tempat yang udah kita tuju, you know what? Dia mencar untuk ketemu temen-temen dia, lalu ga balik lagi. (Numpang mobil). Hmmm...




"You know what? Your life is soo pathetic if you do that."


Photobucket

And everybody's changing.

Siapa sih yang gamau berubah? Semua orang pasti pengen berubah dong! Berubah untuk menjadi lebih baik tentunya. Sama hal nya dengan gue. Kadang orang berubah karena telah menemukan titik kejenuhan. Ada juga yang berubah karena tidak ingin mengingat-ingat masa lalu, selain itu ada yang berubah karena lupa melihat ke belakang.

Perubahan yang penting adalah, berubah untuk terus move forward, masa lalu dan langkah yang dahulu jadikan sebagai tapak pengingat jalan kita kedepan. Jadi kan sebagai pelajaran, rubah lalu cari yang terbaik. Ibaratnya seperti ketika kita tersesat di hutan, kita akan terus mencari jalan yang benar dan tepat untuk kembali ke jalan kita semula. Jalan dan daerah dimana kita tersesat ditandai dan ingat agar tidak tersesat di tempat yang sama. Atau jatuh ke lubang yang sama.

Gue akuin kalo jaman sekarang ini sudah jaman edan. Tiap manusia bisa berubah dan dikontrol oleh segalanya yang ada. Tipu daya muslihat merajarela, mengalir kedalam aliran darah menuju saraf ke otak yang membuat sifat ketergantungan cenderung menjadi syndrom ke dalam hati. Kemewahan, ketertarikan, gaya hidup, sifat dan pengalaman dapat membuat seseorang berubah.

Disini gue menuturkan bagaimana cara gue bisa berubah. Gue berubah, totally changed. I'm not a rebel anymore. I look into myself, but my own heart has been changed. Mungkin banyak yang tidak percaya dan bertanya-tanya.


"Seorang bajingan kaya Aldy bisa berubah? Impossible!"



Hold up guys! Wake up and see. Setiap manusia punya masa lalu dan jurang yang curam di tiap-tiap liku nya. Yang jadi pertanyaan, "Sampai kapan akan terus berlarut dalam kegelapan itu?" Itu yang membuat semuanya berubah dan berakhir. Masih banyak yang men-cam 'Si brengsek akan tetap selamanya brengsek'. Itu tidak berlaku. Lalu bagaimana? Berubah. Dengan? Belajar. Untuk? Diri sendiri. Lalu? Kehidupan yang lebih baik. Done!

Photobucket


Tiap-tiap orang untuk berubah haruslah mempunyai niat. Visi dan misi juga support dari orang-orang terdekat. Tanpa adanya dukungan dari itu, maka perubahan itu hanyalah mimpi yang non-permanent. Berubah lah untuk menjadi yang lebih berguna. Lebih spesifik terhadap hidup. Tidak ada yang abadi.

Aldy yang kelam kian hari kian menerangkan lampunya. Itu juga karena niat, yakin dan support dari orang-orang terdekat. Banyak yang terus datang memukul, tangkis pukulan itu, jangan di balas, hindari dan abaikan. Setiap hidup pasti akan selalu ada rintangan yang datang. Jangan jadikan rintangan itu sebagai beban hidup, jadikannya sebagai warna. Tanpa warna, hidup kalian akan seperti catur. Hitam, putih, dan berujung tak menentu antara siapa yang kalah dan siapa yang menang..

Tunggu apalagi? Apa kesalahan lo? Apa kekurangan lo? Apa kemunafikan lo selama ini? Kebencian yang terus bertelur tidak dapat menyelesaikannya. Rubahlah itu :)