Judge a woman by her hands.

Why? I'll try to explain it here.
Maybe because I more often see women who love art, and therefore I get this thought.
(maklum namanya juga anak DKV)

Penilaian dasar seorang wanita terletak di tangannya. Lebih tepatnya, di jari-jarinya.
Bagaimana dia menciptakan sesuatu dari jari-jarinya itu, seperti itulah kehidupannya kelak.
Gue ambil contoh, cewek yang suka gambar. Semakin bagus gambarnya, maka semakin terampil kehidupan yang dijalaninya.
Walau penilaian terhadap suatu karya itu relatif, ya dari ke-relatifan itu lah lo menilainya.
Bagaimana seorang cewek menciptakan sebuah makanan, soal rasa.
Bagaimana seorang cewek membersihkan kamar, kerapihan.
Dan seterusnya.

Dari situ terlihat bahwa tangan memiliki kekuatan yang menentukan bagaimana kehidupannya kelak.
Hati dan otak aja ga cukup.
Tangan lah yang membantu proses perjalanan otak yang disalurkan ke hati lalu dikembalikan ke otak dan di apresiasikannya melalui jari-jari tangan.

This is a very simple theory, but the truth is still uncertain.
Tapi terbukti sih (sama gue), setelah gue mengenal beberapa cewek yang jago gambar, jago masak.
Mereka juga terampil dalam kehidupannya.




Disaat cewek-cewek diluar sana lebih mengedepankan bibir, rambut, buah dada dan vaginanya.

Apakah gue satu-satunya?

Pernah ga sih lo jadi seseorang yang berada ditengah-tengah kehidupan temen lo. Maksudnya, lo sebagai sebuah simbolik dari perjalanan kehidupan mereka.
Mereka bertanya akan langkah, perjalanan, masa depan, masa lalu, kesakitan….. ke lo. Mereka mencari jalan keluar, dan penyelamatan ke lo… Dan lo membantunya agar mereka dapat mengatasi problematika hidupnya, sampai pada akhirnya mereka pun bahagia karena telah mencapai target yang ditujunya dan sangat berterima kasih akan jadwal kehidupan yang udah pernah lo berikan sebelumnya. Disaat itu kita bersenang. Gue bahagia atas kebahagiaan yang mereka raih, mereka lebih bahagia lagi terlihatnya.
Namun setelah itu mereka berbahagia dengan kebahagiaannya, dan gue menyadarkan bahwa mereka sudah bahagia, dan gue masih berdiri disini mencari seperti apa kebahagiaan itu, sendiri. Yang gue tau kalo kebahagiaan itu kadang hanya angan atau memang akan benar terjadi. Bercinta dengan otak dan hati sepanjang malam, bersama tubuh sendiri yang tergeletak diantara pikiran kadang tetap tidak membantu..

Apakah gue satu-satunya?

Perbedaan Antara Pria dan Wanita

Yang dimaksud disini bukan alat vital. Tidak serendah itu untuk menjawabnya.
Lalu dimana letak perbedaannya? Buah dada? Cara berpakaian? Cara buang air kecil? Sensitifitas? Bukan juga.
Namun perbedaannya adalah di otak masing-masing orang itu sendiri.
Hal ini tidak hanya mencakup pria dan wanita saja, namun bisa antar pria dan begitu juga sebaliknya.
Mengapa otak? Dikarenakan otak yang menjelaskan segala teorisitas terhadap terhadap memori, aktivitas, dan langkah-langkah ke depannya. Hal ini yang menjadikannya berbeda.
Indra merangsang otak untuk memproduksi sebuah prorotype yang dihasilkan dengan realitas.
Seperti misalnya dalam mengambil jalan kiri dan kanan. Setiap orang memiliki alasan untuk memilih jalan yang mana yang akan dilewatinya, selalu ada alasan dibalik semuanya. Entah dari memori, mitos, cerita, media atau apapun.
Sama halnya dalam menjalani kehidupan, memilih dan menyesal.
Otak dan indra yang rentan bertanggung jawab terhadap semuanya.
Karena di dunia ini tidak ada persamaan, hanya ada perbedaan. Maka bertemanlah dengan perbedaan.

Masyarakat Palsu

Ini bukan menggurui, ini diary.
Gue muak dengan drama dan kepalsuan di masyarakat sekarang. Halahh hahaha..
Lanjut........
Enggak cuma ABG aja. Dari remaja sampe yang bau tanah serba palsu. Ibarat perkataan mereka iblis yang membeli rumah ibadah sebagai sarungnya disaat berbelanja ke pasar malem.
Social network, target utama yang sangat menunjang pergerakan sejuta umat menjadi pribadi ganda.
Kenapa harus menjadi orang lain? Kenapa selalu memaksakan untuk mempublikasi? Beranggapan, "I'M THAT COOL" atau "YOU GUYS NEED TO KNOW" huh?
Kebanggaan menceritakan your daily news update of your useless life on Social network, doh!
Example:

"Now is 3 AM and I'm still chillin' at the club, get drunkkk yeah!"
"I LOVE YOU TIL DEATH DO US APART HONEY!"
"My dad just bought me Ducati 848! Love you dad!"

then end up with...

"I HATE YOU BASTARD! FUCK YOURSELF!"

Guys, wake up. Ga perlu berusaha untuk menyukai sesuatu yang sebenernya gak lo suka, atau bahkan asing buat diri lo, selama itu cuma demi 'lo dianggep' sama orang-orang.
Hippie, hipster, or whatever models is a trend ya?
It doesn't make you cool. Apalagi kalo cuma jadi 'wannabe'. If you love their style, you don't have to push yourself to look like 'em. Apalagi kalo malah jatohnya maksa. Ini cuma jeritan hati gue setiap harinya sih.
Ya intinya, gak malu ngikutin trend? Ga malu harus hidup terus dengan trend? Ga malu kalo spesies sejenis lo itu ada jutaan diluar sana? Dan ga ada perbedaan antara lo dan mereka. You're all just the same even though the real you is different.
Gue saranin, pertahanin prinsip lo itu deh. Percuma ngikutin trend, ga ada abisnya. Apalagi anak jaman sekarang, tai aja bisa dijadiin breakfast.
Jangan gampang terbawa temen. Buat temen lo itu terbawa lo, itu hebat.
Gausah berlebihan di social network, tunjukkin di real life aja. Ngapain jual ganja di dunia maya kalo ternyata aslinya cuma bisa minum susu kuda liar?
Mau sampe kapan jadi orang palsu? Orang palsu itu gak terancam punah, karena ga akan punah.. So, ga perlu dilestarikan kok.



Break the trend. Forget the trend. Be different. Fuck friends. Life is a big joke.
Solitude is bliss.



sok bijak mode: off

Menganalisa Lebih Dalam Soal Terror Bom

Setiap terjadi isu-isu pengerusakkan yang mengatas namakan suatu Agama, kelompok, komunitas atau rezim yang dilahirkan untuk menyudutkan kelompok-kelompok tersebut pastinya selalu ada maksud dibalik semuanya. Seperti kasus-kasus bom yang sering terjadi akhir-akhir ini. Yang kita harus lakukan sekarang bukannya menangis, bukannya menghakimi, bukannya dendam dan membenci. Tapi menganalisa, mengamati, mengerti. Saya akan coba sedikit menuangkan sedikit mengenai analisa saya disini.

Bagaimana kita bisa tahu bahwa bom-bom yang terjadi (yaitu jika difitnah adalah dengan atas nama islam) itu adalah benar bom Jihad? Karena sesungguhnya saya belum pernah mendengar Islam mengatakan pengeboman itu sebagai Jihad, terutama pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak berdosa. Bagaimana jika bom itu adalah tindakan dari seorang korban yang tertipu? Sama halnya dengan kasus bom yang ditemukan di sekitar Universitas Multimedia Nusantara, Serpong, dekat-dekat ini. Yaitu dengan modus sang pelaku menitipkan bom nya kepada seorang Tukang Ketoprak, dan menyuruh korban tak bersalah ini untuk meletakkan bom itu di saluran pipa gas. Sebegitu mudahnya untuk memecah-belahkan persatuan dari pemikiran masyarakat yang tidak kritis dalam mengamatinya. Karena cuma 2 agama yang paling kontroversi di Negara ini, sehingga sangat mudah untukk mind gambling tanpa analisa sebelumnya. Just like what Indon does before. Menghakimi layaknya Tuhan.

Mungkin seharusnya di tiap rumah ibadah wajib dipasang CCTV untuk mempermudah Tim Gegana mengidentifikasi proses peledakan bom-bom kedepannya. Karena cara termudah untuk menaklukan otak masyarakat adalah dengan perpecahan. (Penghancuran rumah adat/rumah ibadah). Islam sendiri tidak mengatakan bahwa pengerusakan dan pembunuhan sebagai jalan keluar. Begitu juga dengan Kristen. Maaf jika saya terlalu lancang untuk menyebutkan 2 agama ini, karena in fact... Memang seperti ini fakta di lapangannya. So siapa lagi dalangnya kalau bukan pihak diluar yang ingin memiliki tahta di tiap cara berfikir masyarat Indonesia yangg bisa dibilang kurang kritis terhadap media. Saya selalu menekankan bahwa media bisa menjadi teman dekat mu sekaligus musuh besar mu. They can give you a knife wrapped with a rose. Sama halnya dengan kasus peledakan menara kembar WTC. Siapa yang dikucilkan setelah kejadian tersebut? Umat muslim di US. Simplenya, tidak apa kehilangan gedung penting seperti WTC, kalau jelas masyarakatnya bisa membenci umat agama bawaan dari negara-negara Arab. Yang akhirnya melahirkan sisnisme terhadap Islam dan negara-negara Arab. Which is dukungan terhadap memeranginya (negara Arab) bertambah. (ini kemungkinan yang terjadi, yaitu apa yang ada di dalam pikiran pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Pihak miskin moral)

Sama seperti kasus bom yg meledak di Pakistan, disaat umat muslim sedang melakukan Shalat ied, lebaran lalu. Tapi mengapa media tidak terlalu mengekspose kejadian bom di Masjid di Pakistan itu? Tanya kenapa? Media.
Semua orang bisa mengganti namanya dengan Muhammad / Christ. Begitu juga Muhammad menjadi Christ, dan sebaliknya.
Jadi, jangan tertipu oleh nama. Jangan tertipu oleh isu. Jangan tertipu dengan perbuatan hina yang mengatas namakan Jihad / perintah ajaran agama dan sejenisnya. Kita semua tahu bahwa tidak ada agama yg menyebarkan pengerusakkan. Yang ada adalah pengerusakkan pengatas namaan agama. Selalu seperti itu.

Dan saya percaya, kita seharusnya bisa menjadi lebih teliti, peka dan kritis dalam menganalisa kasus-kasus seperti ini.
Karena pengerusakan yang ada selama ini adalah dari pihak ke 3. Pihak yang mencari keuntungan dibalik perpecahan yang ada.
All we're saying is give peace a chance.



Aldi Salim.
@AldySalimB

Di kurung saat pacaran, bebas lepas disaat putus

Felt forced to follow your boy/girlfriend rules? And wanted to get off free? It means you are a hypocrite

Photobucket

Loh kenapa begitu? Contohnya?

Loh kenapa begitu? Ya jelas begitu! Kalo lo hanya mengikuti semua perintah pacar lo, tapi sebenernya hati lo sangat terpaksa untuk melakukannya, itu berarti lo adalah seseorang yang munafik a.k.a pecundang a.k.a enggak punya prioritas untuk hidup dan menyatakan pendapat lo sendiri.

Contohnya?
Disaat pacar lo ga suka dan nyuruh lo enggak deketin lagi seseorang, entah karena alasan apapun itu. Tapi lo dengan terpaksa mengikutinya.. Ya mungkin untuk menjaga hubungan lo itu atau karena emang lo takut sama pacar lo itu. Tapi disaat lo putus? Dengan senang hati lo bisa bebas deket atau ngapain sama dia yang tadinya lo jauhin itu. Dan itu artinya, lo MUNAFIK! Hihihi...

Emang kadang ada yang bilang "Baru jadi pacar aja udah ngatur-ngatur, lagian apa hak lo?" nah loo! Sadar mas, mbak.. Semua yang lo lakuin itu pasti juga demi kebaikan hubungan kalian berdua. Dan belum tentu pacar lo itu nyuruh lo untuk tidak melakukannya karena alasan cemburu buta! Bisa aja dia berniat baik, agar lo enggak terjerumus lebih lanjut lagi sama seseorang itu. (Misal: orang yang disuruh pacar lo jauhin itu ternyata adalah 'penjahat') dan banyak alasan lainnya.

Dan seandainya lo enggak suka dengan ultimatum pacar lo itu, ada lebih baiknya lo keluarkan semua pendapat lo ke dia. Lo omongin langsung apa penyebabnya? Jangan cuma diem ikut-ikutan aja.. Terus pertanyakan sampai lo mendapatkan hasil WIN 2 WIN sama pacar lo itu.. Itu semua lebih baik dibanding lo malah mengumpat di balik sosok lo yang sok baik di depan pacar lo itu. (diem-diem tetep berhubungan sama seseorang yang pacar lo nyuruh jauhin) sama aja halnya sama keterpaksaan.. MUNAFIK! Wkwkw..

Banyak kok kejadian yang menimpa orang-orang kaya gini.. Jadi sewaktu pacaran terasa terkurung, baru bisa bebas saat udah putus. Sebenernya sih ini enggak masalah, tapi cerminan lo itu akan sangat buruk di mata pacar/mantan pacar lo itu.. Ibarat kata "Ngejilat ludah sendiri". Udah bilang mau jauhin, ujung-ujungnya deket lagi.. Baik dalam kondisi apapun, mau lo udah putus kek atau apa kek.. Yang namanya kata-kata lo itu enggak gampang buat di obral! Apa yang udah lo ucapin itu menunjukan siapa diri lo sebenarnya :)

Soo the point is.. Jangan munafik, jangan takut untuk memberikan berpendapat, pegang omongan dan jadilah seseorang yang flexible. Seseorang yang menjilat ludahnya sendiri itu tidak lain dengan seorang pecundang.. Rendah dimata yang lainnya :) have a nice day!

Makna dibalik kita bercermin



Untuk apa di buat sebuah cermin?
Cermin di buat untuk menatap kembali kehidupan. Seperti apa kehidupan? Sama seperti apa yang ada di balik cermin. Kadang ketika kita bercermin, kita bisa melupakan semua kekurangan yang ada dan terus melaju menghabisi hasrat yang ada untuk terus mencari sebuah kepuasan.

Kepuasan itu sendiri tidak ada batas nya. Ketika kita bercermin, pastinya hal-hal yang menurut kita itu adalah bersifat positif ataupun negatif akan selalu muncul pada angan-angan yang sebenarnya bertolak belakang dengan keinginan dari hati nurani. Terlalu menghargai apa yang sudah diberikan bisa juga berdampak buruk. Maka dari itu bercermin terlalu lama itu sangat tidak baik untuk pembentukan kepribadian yang baik. Bercermin terlalu lama dapat menyebabkan kesombongan (selama disaat bercermin itu kita terlalu bersyukur dengan keindahan yang ada). Kita bisa lupa dengan siapa diri kita, untuk apa kita diciptakan, juga terlalu merasa menonjol. Menganggap kita sangatlah sempurna dan sudah sangat cakap terlihat.

Efeknya, bercermin terlalu lama dapat melahirkan sifat yang sombong, narsis dan angkuh.